RSS

Sastra


Cerpen

SURAT DARI SI POLOS

Karya : Eka Octazelvi

 

Teriknya matahari membuat kesadaranku hilang sejenak dan tanpa tersadar terdengan suara seseorang, “Bubar jalan” ucap ketua kelas yang membubarkan barisan selesai upacara. Saat aku memasuki ruangan kelas yang semula hening menggelegar menjadi ricuh luar biasa seperti bertelurnya seekor kucing yang membuat kericuhan seluruh kampung karena keanehannya. Kericuhan tersebut dikarnakan surat yang ditemukan oleh Kia, di depan surat tersebut terdapat nama Riza. Riza, Kia dan aku merupakan tiga sahabat yang memiliki ciri khas berbeda. Aku adalah orang yang paling polos dan tidak banyak bicara dibandingkan mereka berdua. Kia adalah orang yang sangat cerdik dan suka menjahili temannya, tetapi ia sangat pintar. Dan Riza adalah sahabatku yang paling aktif diantara kami bertiga dan kadang tidak sabaran. Surat yang ditemukan tersebut lalu dirampas oleh Riza dan ia baca, setelah ia baca, surat tersebut dirobeknya dan disimpannya ke dalam tasnya. Guru matematika yang akan mengajar di kelas kami hampir tiba, secepat kilat kami duduk di bangku masing-masing tanpa suara.

Waktu istirahat pun tiba, Kia menceritakan semua tentang surat Riza tersebut kepadaku, dan ternyata Kia lah yang membuat surat itu. Kia ingin menjahili Riza menjelang hari ke dua sebelum ulang tahun Riza. Aku berfikir sejenak dan aku tertawa kecil sendiri. Ternyata Riza mendengar semua yang Kia bicarakan. Riza kecewa dengan Kia, Riza tidak ingin berteman lagi dengan Kia. Masalahnya semakin rumit. Pada dasarnya surat yang dibaca Riza adalah surat yang aku buat untuknya dan aku letakkan di meja Kia sebelum upacara, tetapi aku menemukan surat lain di atas meja Kia, lalu aku menyembunyikannya. Jadi surat yang dibaca Riza adalah surat dariku. Sebenarnya aku juga akan mengirimkan surat yang lain untuk Kia setelah istirahat dan surat tersebut akan aku letakkan di bawah tas Riza, tetapi masalahnya aku diajak Kia ke kantin sekolah.

Kia semakin merasa bersalah, dia mencoba untuk meminta maaf kepada Riza. “Riza maafkan aku” kata Kia yang sedang meminta maaf di depan pintu kelas. Riza tidak memperdulikan Kia, dan Riza terus menghindar dari Kia. Aku yang berdiri meratapi mereka dari kejauhan merasa kasihan kepada Kia. Aku ingin menemui mereka berdua, tiba-tiba  “Aduh, eh, maaf!” ucapku, ternyata dihadapanku adalah seorang guru yang barusan aku tabrak. Ternyata efek yang ditimbulkan dari menabrak seseorang dengan tidak sengaja membuat aku lupa akan niatku untuk menyejukkan suasana kedua temanku.

Suatu ketika di dalam kelas, aku melihat Kia yang akan menghampiri Riza di tempat duduknya, aku membiarkan Kia karena aku ingin melihat batas mana keingina Kia untuk meminta maaf. Kia berusaha untuk menjelaskan semuanya ke Riza, setelah Riza mendengarkan penjelasan Kia, tiba-tiba “Ha,ha,ha” suara tawa Riza yang sangat nyaring memenuhi isi ruangan. Kia merasa heran, lalu giliran Riza yang menjelaskan kepada Kia bahwa lusa bukanlah hari ulang tahun Riza tetapi ulang tahun sahabatnya yang satu lagi yaitu aku. Riza sempat kesal dengan surat yang dibuat oleh Kia yang menjelek-jelekkan Riza. Mereka lalu saling menatap. Dan aku melihat dari kejauhan hanya tertawa, tiba-tiba mereka berlari kearahku dan kami bertiga hanya bisa tertawa membayangkan kejadian yang baru saja terjadi.

Mengerjai mereka berdua, merupakan niatku untuk member pelajaran kepada mereka berdua. Semua itu aku lakukan karena aku penasaran apakah aku bisa mengerjai mereka dengan sifatku yang polos. “Ternyata aku bisa!”.

Kia yang ingin mengerjaiku, ternyata ia yang aku kerjai. Riza yang aku kerjai ternyata malah menuduh Kia yang mengerjainya. Aku dengan muka yang polos tanpa dosa berhasil membuat kapok Kia yang ingin mengerjaiku. Setelah kejadian itu, kami bertiga menyadari sesuatu dan itu merupakan rahasia kami bertiga dan tidak ada orang yang bisa mengetahuinya, karena belum merasakan asyiknya suatu persahabatan.

PANTUN JENAKA

Bangkok kota seribu pagoda
Mekah adalah kota suci
Kuakui kau sungguh menggoda
Tapi sayang kau seorang banci

karung hilang dikasih semen
ditinggal ayam satu kabur
gimana ente dibilang cemen
dikasih cendol malah kabur

Ayam berkokok mau bertelor
apa isi di balik kolor
satu pistol dua pelor

seorang anak bernyanyi ria
sambil bernyanyi menari pula
siapa yang tidak bakal tertawa
disangka waras ternyata gila

perut melilit makan jengkol
orang pelit doyan miscoll

Makan Jengkol Perut Melilit
Doyan Miscall pulsa sedikit

Buah kedondong Biji selasih
Dulu bencong sekarang masihhhhhh

Buah semangka buah duren
Nggak nyangka gue keren

Ada padi, Ada jagung
Ada singkong, Ada pepaya
Panen ni yeeee!

makan kue, minum sekoteng
ternyata gue emang ganteng

Baju baru dipake sayang
beli dimall pake atm mandiri
knapa semua pada kabur sayang
itu karena kamu belum mandi

kalo mau menanam padi
lihat dulu cuacanya
kolo tau Q mau mandi
Jangan lupa, ngintip ya!

Pergi ke pasar naik onta
Membeli anting intan permata
Gak peduli situ udah tua
Yang penting saling mencinta

Buah Jeruk Buah Kedongdong
Muke loe kayak kedongdong

Buah kedongdong buah manggis
walo muka kayak gerandong, yang penting artis

Jaka Sembung bawa Golok
Mau di Asah

Buah belimbing buah rambutan
itu kumis apa hutan…

sibotak bawa sisir
gak ada kerjaan

Semoga Pantun Jenaka diatas berkenan buat anda. Sebenarnya cukup mudah untuk membuat pantun, yang jelas anda perlu kreatifitas dalam memilih kata-kata agar isi pesan yang anda coba sampaikan bisa berpola dengan akhiran dengan pola A-A-A-A, atau Pola A-B-A-B, sehingga lebih enak di dengar dan mudah dipahami.

Sibotak pake helm Baja
Niat Kepasar sama Bini
Oke Deh Segitu Aja
Jangan Lupa Mampir Lagi Kesini ! ^_^

 

One response to “Sastra

  1. thenewlittlegirl

    December 11, 2011 at 9:06 am

    I Love MY BLOG

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: